Banjaroya, Desa ke-2 Target Sekolah Revolusi Mental Kebangsaan

Rabu, 11 Oktober 2017 16:06:17 - Oleh : koes

Pengembangan SDM & Beasiswa Dalam Skema Bantuan Keuangan Internasional

Musrenbang RPJMD 2017-2022

Penerima Beasiswa UNY 2017

Banjaroya, Desa ke-2 Target Sekolah Revolusi Mental Kebangsaan

Kabupaten Batu Bara Ingin Mereplikasi Pendataan Kemiskinan di Kulon Progo

Setelah sukses menggelar kegiatan Sekolah Revolusi Mental Kebangsaan di Desa Pagerharjo pada hari selasa (19/9/2017) dan sesuai program yang telah direncanakan dalam tahun 2017 ini dapat dilaksanakan kegiatan seperti ini di 5 Desa se- Kabupaten Kulon Progo.

Pada bulan Oktober ini Desa Banjaroyo (Rabu, 11/10) Desa kedua yang menjadi target tempat pelaksanaan kegiatan Sekolah Revolusi Mental Kebangsaan dengan sasaran yaitu Aparat Pemerintah Desa mulai dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Desa, Kasi , Kaur sampai Dukuh se- Desa Banjaroya, disasar juga perwakilan dari Kelembagaan Desa yang ada di Desa Banjar Oyo Kecamatan Kalibawang seperti PKK, LPMD dan Karang Taruna.

Sekolah Revolusi Mental Kebangsaan pada TANDES ini jabarannya dirancang untuk membawa tiga misi utama yaitu:

1) Fokus pada pendalaman materi UU desa, apa yang bisa dioptimalkan dari adanya UU Desa agar desa semakin maju mapan sejahtera. Cara pandang yang diawali dari kesadaran sederhana terhadap fenomena lokal tetapi dapat berdampak nasional, mind sett fungsi kelembagaan desa (leadership), Penerjemah UU Desa, investasi teknologi yang selaras dengan perkembangan sosio kultural ekonomi desa (TV, HP dll), mengangkat kesadaran hukum sederhana disekitar kita: buang sampah, lalu lintas di jalan marka.

2) Tata Kelola Potensi Wilayah. Role model pengembangan, semacam template pengembangan. Analisis potensi sumberdaya manusia, dan sumber daya alam. Kepekaan melihat potensi dan analisisnya. Pada implementasinya bagaimana mengoptimalkan peran-peran kantong ekonomi desa seperti UMKM, Wisata, BUMDES

3) Revolusi Karakter (value). Kerjasama antar tim dalam desa, pelayanan kepada orang lain adalah kehormatan, dan pembangunan dengan semangat juang.

Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat kebangsaan yang diturunkan dalam tingkat lokal untuk menjadi spirit pembangunan, dengan leadership yang baik maka setiap peluang desa yang terstruktur (tata kelola) akan menjadi sarana kemajuan bagi desa itu sendiri.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak