Gorontalo belajar tentang Pelaksanaan Litbang Inovasi di Kulon Progo

Rabu, 6 Desember 2017 16:38:37 - Oleh : koes

Kepala Bappeda Kulon Progo,Ir. Agus Langgeng Basuki (tengah) dan Kabid Litbangdal Bappeda Kulon Progo,Sri Wijayanti,S.Hut.,M.Si. (paling kiri) berfoto bersama peserta studi referensi dari Gorontalo

Saresehan Inisiasi Desa Mitra dan Koordinasi Pengabdian Masyarakat UMY

Studi Referensi Inovasi Perencanaan Pembangunan dari Dinas Pertanian Boyolali

Gorontalo belajar tentang Pelaksanaan Litbang Inovasi di Kulon Progo

Perkebunan Teh PT.Pagilaran, Lokasi Study Referensi DRD Di Penghujung 2017

Inovasi Desa Inklusi Kulon Progo menjadi Best Practice Pembangunan Manusia Inklusif

Kota Gorontalo mengadakan study referensi untuk mengetahui skema pelaksanaan penelitian dan pengembangan serta inovasi-inovasi yang telah dilakukan di Kabupaten Kulon Progo, Selasa (5/12) bertempat di Ruang Rapat Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo, pimpinan rombongan Plt Kepala Bappeda Kota Gorontalo, Ir. Hj Laida M. Ali M.Si bermaksud mempelajari Penyusunan arah dan prioritas pembangunan iptek, agar dapat optimal dalam mendukung pembangunan Iptek Daerah

Sri Wijayanti, S. Hut, M.Si Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian Bappeda Kabupaten Kulon Progo, menyampaikan bahwa oleh karena study referensi waktunya bersamaan juga kunjungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali sehingga memohonkan maaf dan pamit Kepala Bappeda Kulon Progo tidak dapat menerima langsung dan mendelegasikan/mengamanatkannya.

Sebagaimana dimanatkan dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 72 Tahun 2016 Bidang Penelitian Pengembangan dan Pengendalian mempunyai fungsi penyelenggaraan penelitian, pengembangan, pengendalian dan evaluasi pembangunan. Dimana untuk menjalankan fungsinya mempunyai tugas diantaranya adalah menyelenggarakan kerjasama penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ; memfasilitasi kesekretariatan Dewan Riset Daerah; menyiapkan bahan perizinan melaksanakan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan pengabdian masyarakat;

Selanjutnya disampaikan presentasi oleh Agus Setiawan, S. Hut, Kasubbid Penelitian dan Pengembangan Bidang Litbangdal Bappeda Kulon Progo tentang amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang secara eksplisit dijelaskan mengenai pentingnya penyusunan rofes dan prioritas pembangunan iptek, baik nasional maupun daerah. Dan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyusun arah serta kebijakan pembangunan iptek, maka Pemerintah Daerah diberi kewenangan untuk membentuk Dewan Riset Daerah (DRD). Dalam konteks Otonomi Daerah, pembentukan DRD sangat strategis untuk mendukung peningkatan daya saing daerah melalui pemberdayaan lembaga‑lembaga penelitian dan pengembangan di daerah. Pembentukan DRD dimaksudkan sebagai pranata yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah untuk memperkuat perwujudan otonomi daerah di bidang iptek ( untuk Kabupaten Kulon Progo DRD dibentuk berdasarkan Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 61 Tahun 2014, Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 415 Tahun 2014 dan Nomor 422 Tahun 2014 ). Selain itu juga disampaikan tentang Sistem Innovasi Daerah (SIDa) yang dalam implementasinya mengadakan kegiatan berupa pemberian penghargaan kreanova untuk kelompok pelajar / mahasiswa maupun umum / perorangan yang pada tahun 2017 memasuki tahun ke 4 dan dengan bekerjasama dengan LPPM Perguruan Tinggi yang ada untuk mengadakan pemberdayaan masyarakat.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak