Sosialisasi Pengelolaan Irigasi Partisipatif

Senin, 20 Mei 2013 08:40:36 - Oleh : LG

Gunungkidul tertarik pendataan keluarga miskin di Kulon Progo

Pertemuan TAPD DIY dan TAPD Kulon Progo Membahas Danais 2016

Kunjungan Kerja Kabupaten Serdang Bedagai

Kunjungan Kerja Kabupaten Kendal

Sosialisasi Pengelolaan Irigasi Partisipatif  

Sektor pertanian masih cukup dominan dalam struktur perekonomian Kabupaten Kulon Progo, kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo menduduki peringkat tertinggi yaitu 23,68% pada tahun 2012. Tingginya kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB ini khususnya komoditas padi didukung oleh irigasi yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 6,791 ton/ha. Produktivitas padi ini masih perlu terus ditingkatkan hingga mencapai titik optimum. Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi ini, maka diperlukan peran serta seluruh stage holder pengelola irigasi, baik instansi pemerintah yang membidangi irigasi maupun masyarakat petani pemakai air.

Jaringan irigasi, yang meliputi: (1) bangunan pengambilan (intake); (2) saluran primer; (3) bangunan bagi; (4) saluran sekunder; (5) bangunan sadap; dan (6) saluran tersier, perlu dilakukan pemeliharaan/rehabilitasi/pembangunan dan dapat dioperasikan untuk mendukung produktivitas pertanian. Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi menjelaskan bahwa bangunan pengambilan, saluran primer, bangunan bagi, saluran sekunder, dan bangunan sadap penanganannya merupakan kewajiban instansi pemerintah yang membidangi irigasi. Sedangkan saluran tersier dan pengaturan pemanfaatan air di tingkat petak tersier penanganannya menjadi tanggung jawab masyarakat petani pemakai air.

"Penanganan saluran tersier dan pengaturan pemanfaatan air di tingkat petak tersier adalah tanggung jawab masyarakat petani pemakai air", demikian dikatakan Ir. Agus Langgeng Basuki, Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo pada acara Sosialisasi Pengelolaan Irigasi Partisipatif di Gedung Binangun Pemda Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan baru-baru ini, pada tanggal 30 April dan 1 Mei 2013 yang lalu. Acara ini diikuti oleh 50 orang petani pemakai air yang berasal dari Daerah Irigasi Kayangan Girimulyo, Daerah Irigasi Niten Girimulyo, dan Daerah Irigasi Clereng Pengasih. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pembagian tugas dan tanggung jawab pengelolaan irigasi, kelembagaan pengelola irigasi, dan efisiensi pemanfaatan air irigasi untuk meningkatkan produktivitas padi. Selanjutnya para petani pemakai air diharapkan mampu mengelola irigasi secara mandiri. Selaku nara sumber sosialisasi ini berasal dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian dan Kehutanan, Bappeda, dan Konsultan Water Resources and Irrigation Sector Management Project APL 2 (WISMP-2) Daerah Istimewa Yogyakarta. (Fr:Lg)

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak