Audiensi Usulan Dana Keistimewaan Tahun 2022

Dalam rangka penyusunan rencana usulan Dana Keistimewaan Tahun 2022, diadakan Audiensi dan Paparan Usulan Dana Keistimewaan Tahun 2022 di Ruang Rapat Menoreh (12/03). Pemaparan usulan dilakukan oleh Kepala Bappeda, Ir. Agus Langgeng Basuki. Dalam paparannya, Langgeng menyampaikan bahwa Dana Keistimewaan DIY diharapkan mampu mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan Pergub Nomor 85 tahun 2018 pasal 7, perangkat daerah kabupaten/kota menyampaikan usulan program/kegiatan kepada TAPD melalui Bappeda paling lambat bulan Juni utk program/kegiatan tahun n+2 dan Bupati menyampaikan usulan program dan kegiatan kepada Gubernur dan ditembuskan kepada Paniradya Kaistimewan pada bulan September.

Realisasi keuangan Dana Keistimewaan DIY di Kab. Kulon Progo Tahun 2019 adalah sebesar Rp25.478.320.517,00 (94,73%) dan realisasi fisik sebesar 99,92% dari alokasi dana (setelah perubahan redesain) sebesar Rp26.895.848.910,00. Untuk sementara usulan Dana Keistimewaan Tahun 2022 total sebesar Rp428.165.197.600,00 dengan rincian Urusan Kelembagaan sebesar Rp830.000.000,00, Urusan Pertanahan sebesar Rp2.235.000.000,00, Urusan Tata Ruang sebesar Rp285.559.374.800,00, dan Urusan Kebudayaan sebesar Rp139.540.822.800,00.

Usulan Dana Keistimewaan tahun 2022 akan dicermati kembali oleh TAPD sebelum disampaikan kepada Gubernur pada bulan September nanti, dengan kriteria diantaranya adalah kesesuaian antara usulan dengan program prioritas nasional, kesesuaian antara usulan dengan Perdais, kewajaran nilai program dan kegiatan, asas efisiensi dan efektifitas, hasil pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Dana Keistimewaan, tidak boleh untuk honorarium dan pengadaan sarana kerja, urusan tata ruang harus sesuai SRS, dan urusan pertanahan hanya untuk tanah kasultanan dan kadipaten.