Bappeda Ikuti Sosialisasi IRIO

Badan Pusat Statistik (DIY) mengadakan Sosialisasi IRIO (Inter Regional Input Output) DI Yogyakarta: "Konektivitas Spasial dan Sinergitas Sektoral untuk Peningkatan Pertumbuhan DIY". Bappeda Kabupaten Kulon Progo mengikuti acara tersebut secara virtual pada hari Kamis (16/09). Keynote speaker adalah Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Setianto, S.E., M.Si, dengan materi “Konektivitas Spasial dan Sinergitas Sektoral untuk Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi DIY”. Dalam paparannya disampaikan bahwa Tabel IRIO merupakan tabel analisis spasial pertama yang menunjukkan konektivitas antar wilayah dengan berdimensi industri provinsi. Referensi data dasar penyusunan Tabel IRIO Tahun 2016, namun hubungan interkonektivitas yang digambarkannya masih relevan digunakan menggunakan asumsi tidak terjadi perubahan teknologi. Penggunaan dalam perumusan kebijakan lebih lanjut yang komprehensif diperlukan asumsi dan informasi tambahan.

Disampaikan juga bahwa terjadi pergeseran kegiatan ekonomi dari Tahun 2016 ke Tahun 2021. Peranan sektor ekonomi yang dominan pada Tahun 2016 adalah Transportasi dan Industri Pengolahan. Adanya Pandemi yang terjadi pada Tahun 2020 menyebabkan share terbesar bergeser menjadi Industri Pengolahan dan Informasi dan Komunikasi. Penggunaan Output DI Yogyakarta berimbang antara permintaan antara, konsumsi rumah tangga dan ekspor baik ekspor luar negeri maupun ekspor antar daerah. Perekonomian DI Yogyakarta sangat tergantung dengan provinsi lain di Pulau Jawa terutama Jawa Barat, DKI, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. Provinsi  di luar Pulau Jawa yang cukup besar perannya adalah Jambi untuk ekspor dan Riau untuk impor. Lapangan Usaha yang mempunyai indeks daya  penyebaran dan derajat kepekaan terbesar di  DI Yogyakarta seperti industri pengolahan dan penyediaan makan dan minum dapat dijadikan booster perekonomian D.I. Yogyakarta karena dapat memberikan efek multiplier paling besar besar pada industri di hulu maupun hilir.

Kondisi perekonomian di DIY, yang ditunjukkan dengan pertumbuhan DIY dari sisi Pengeluaran memperlihatkan kenaikan di kuartal II 2021, kenaikan ini terutama didorong dari PMTB dan ekspor. Begitu juga dari sisi sektoral pertumbuhannya didorong oleh Sektor Transportasi dan Pergudangan serta Sektor Akomodasi dan Makanan dan Minuman. Untuk Sektor Pariwisata, pada Bulan Juli 2021 tercatat tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY melalui pintu masuk Bandara Internasional Yogyakarta. Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel di DIY juga belum menunjukan pemulihan pada bulan tersebut.

Beberapa perubahan yang sudah dan akan terjadi, diantaranya adalah gaya hidup new normal dan digital savvy; pelayanan publik online; penyediaan akses internet yang cepat menjadi kebutuhan utama; semua hal tersebut memerlukan perlindungan hukum yang menjadikan aktivitas ekonomi online menjadi makin penting.

Dari beberapa paparan dapat disimpulkan bahwa: ekonomi DIY saat ini dalam masa pemulihan akibat dampak Pandemi Covid-19, terdapat banyak tantangan, yaitu aktivitas ekonomi skala kecil, kerjasama ekonomi dalam negeri dan luar negeri berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi; keterbukaan ekonomi dalam negeri tinggi,  di sisi lain keterbukaan luar negeri rendah; kemudian diperlukan upaya untuk mendorong atau memberikan fasilitasi konektivitas dan sinergitas dalam dan luar negeri (khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif); pemanfaatan digitalisasi/ aktivitas online dan peningkatan kerjasama ekonomi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi; dan ke depan penggunaan data Tabel Input-Output dan IRIO bisa menjadi input penting dalam pengambilan kebijakan.