Implementasi Sumber Energi Surya dalam Budidaya Perikanan

Bappeda Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan Pelatihan/Sosialisasi Litbang Terpilih: Implementasi Sumber Energi Surya Untuk Meningkatkan Produktifitas Budidaya Perikanan Air Tawar dengan narasumber Iswandi, Ph.D, dosen pada Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada. Sosialisasi tersebut diselenggarakan pada Rabu (06/10) di Pasar Ikan Nanggulan (PIN) Tanjungharjo Nanggulan.

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa Pasar Ikan Nanggulan (PIN) dan segala fasilitas dari pemda yg dihibahkan kepada pemdes agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Terkait dengan pengelolaan PIN Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menyampaikan perlu adanya identifikasi masalah terutama masalah krusial di budidaya ikan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan berharap ujicoba teknologi perikanan ini berhasil dan dapat dimassalkan/ diadopsi sebagai teknologi tepat guna melalui APBD Kabupaten Kulon Progo dan sekaligus mengucapkan terimakasih khususnya kepada DTETI UGM telah memperkenalkan teknologi baru untuk pengembangan budidaya perikanan khususnya agar dapat berefek dalam pada program pengentasan kemiskinan dan mengatasi stunting. Kemudian masalah kondisi air yg tidak melimpah dengan adanya teknologi ini akan menjadi solusi. Bagi para penerima manfaat dapat untuk diperhatikan operasoional dan perawatan alat.                                   

Iswandi, Ph.D menyampaikan latar belakang menciptakan teknologi tersebut adalah beberapa alumni yg telah mendirikan startup (Jalatek) startup (monitoring tambak) tambak udang, startup IOT Microbuble (mendeteksi kualitas air kolam). Sebagai ajang pelatihan pemberdayaan masyarakat/implementasi teknologi tepat guna (TTG) bagi mahasiswa. Komunikasi dengan Bappeda (saat itu masih ada forum riset melalui Dewan Riset Daerah) oleh Litbang Bappeda ada rekomendasi untuk uji coba dan pengembangan microbuble di Tanjungharjo sesuai planning /pemetaan KKN dan PPM untuk UGM.                                

Teknologi ini untuk budidaya skala rumah tangga, bisa sebagai livestock rumah tangga/kebutuhan sehari-hari. Setelah berhasil dengan microbuble skala budidamber, timbul ide untuk upscale.

Narasumber menyampaikan sedang mencari masukan, alat yang diterima tersebut silahkan digunakan dan jika ada masalah agar dapat menghubungi beliau. Jika nanti ikan hasil budidaya tersebut akan dipanen, agar dapat menghubungi beliau, dan akan didokumentasikan hasil panen tersebut, setelah panen akan diberi bibit lagi. Dengan menyerahkan alat budidaya ikan tersebut oleh Narasumber kepada masyarakat. Pertemuan ditutup oleh Kepala Sub Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Kulon Progo.